Leave a comment

Sejarah PAUD di Indonesia

Sejarah PAUD di Indonesia

Artikel ini berisi penjelasan tentang sejarah PAUD di Indonesia dan sistem penyelenggaraan PAUD. Untuk lebih lengkapnya, silahkan KLIK disini…

Leave a comment

Fungsi, Tujuan dan Jenis PAUD

Fungsi, Tujuan dan Jenis PAUD

Artikel ini berisi tentang Fungsi dan Tujuan  dari PAUD serta Jenis-jenis PAUD. Untuk lebih lengkapnya, silahkan KLIK disini…

Leave a comment

PAUD Inklusi Solusi PAUD Masa Depan

PAUD INKLUSI SOLUSI PAUD MASA DEPAN

Di dalam artikel ini, berisi tentang rencana pendirian PAUD inklusi, yang diperuntukkan anak-anak dengan kebutuhan khusus, agar tetap dapat mndapatkan pendidikan yang layak seprti anak-anak normal pada umumnya. Untuk lebih lengkapnya, silahkan KLIK disini…

Leave a comment

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia

Artikel ini berisi informasi tentang pentingnya pendidikan anak usia dini di Indonesia. Hal ini disebabkan karena sejak lahir, anak memiliki kurang lebih 100 miliar sel otak. Sel-sel syaraf ini harus rutin distimulasi dan didayagunakan agar terus berkembang jumlahnya. Jika tidak, jumlah sel tersebut akan semakin berkurang, yang nantinya akan berdampak pada pengikisan segenap potensi kecerdasan anak. Oleh karena itu, masa anak-anak, hingga usia tiga tahun disebut sebagai masa keemasan. dan dimasa keemasan inilah, penyelenggaraan PAUD yang maksimal dibutuhka, agar PAUD dapat berjalan secara maksimal, sehingga dapat memaksimalkan perkembangan intelektual anak. Untuk lebih lengkapnya, silahkan KLIK disini…

Leave a comment

Definisi PAUD

Definisi Pendidikan anak usia dini (PAUD) menurut Wikipedia

Leave a comment

Landasan Keilmuan PAUD

Landasan Keilmuan

Landasan keilmuan yang mendasari pentingnya pendidikan anak usia dini didasarkan kepada beberapa penemuan para ahli tentang tumbuh kembang anak. Pertumbuhan dan perkembangan anak tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan perkembangan struktur otak. Menurut Wittrock (Clark, 1983), ada tiga wilayah perkembangan otak yang semakin meningkat, yaitu pertumbuhan serabut dendrit, kompleksitas hubungan sinapsis, dan pembagian sel saraf. Peran ketiga wilayah otak tersebut sangat penting untuk pengembangan kapasitas berpikir manusia. Sejalan dengan itu Teyler mengemukakan bahwa pada saat lahir otak manusia berisi sekitar 100 milyar hingga 200 milyar sel saraf. Tiap sel saraf siap berkembang sampai taraf tertinggi dari kapasitas manusia jika mendapat stimulasi yang sesuai dari lingkungan.

Jean Piaget (1972) mengemukakan tentang bagaimana anak belajar:“ Anak belajar melalui interaksi dengan lingkungannya. Anak seharusnya mampu melakukan percobaan dan penelitian sendiri. Guru bisa menuntun anak-anak dengan menyediakan bahan-bahan yang tepat, tetapi yang terpenting agar anak dapat memahami sesuatu, ia harus membangun pengertian itu sendiri, dan ia harus menemukannya sendiri.” Sementara Lev Vigostsky meyakini bahwa : pengalaman interaksi sosial merupakan hal yang penting bagi perkembangan proses berpikir anak. Aktivitas mental yang tinggi pada anak dapat terbentuk melalui interaksi dengan orang lain. Pembelajaran akan menjadi pengalaman yang bermakna bagi anak jika ia dapat melakukan sesuatu atas lingkungannya. Howard Gardner menyatakan tentang kecerdasan jamak dalam perkembangan manusia terbagi menjadi :

    1. kecerdasan bodily kinestetik;
    2. kecerdasan intrapersonal;
    3. kecerdasan interpersonal;
    4. kecerdasan naturalistik;
    5. kecerdasan logiko – matematik;
    6. kecerdasan visual – spasial;
    7. kecerdasan musik.

Dengan demikian perkembangan kemampuan berpikir manusia sangat berkaitan dengan struktur otak, sedangkan struktur otak itu sendiri dipengaruhi oleh stimulasi, kesehatan dan gizi yang diberikan oleh lingkungan sehingga peran pendidikan yang sesuai bagi anak usia dini sangat diperlukan.

Leave a comment

Landasan Filosofis PAUD

Landasan Filosofis

Pendidikan merupakan suatu upaya untuk memanusiakan manusia. Artinya melalui proses pendidikan diharapkan terlahir manusia-manusia yang baik. Standar manusia yang “baik” berbeda antar masyarakat, bangsa atau negara, karena perbedaan pandangan filsafah yang menjadi keyakinannya. Perbedaan filsafat yang dianut dari suatu bangsa akan membawa perbedaan dalam orientasi atau tujuan pendidikan.

Bangsa Indonesia yang menganut falsafah Pancasila berkeyakinan bahwa pembentukan manusia Pancasilais menjadi orientasi tujuan pendidikan yaitu menjadikan manusia indonesia seutuhnya.Bangsa Indonesia juga sangat menghargai perbedaan dan mencintai demokrasi yang terkandung dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang maknanya “berbeda tetapi satu.” Dari semboyan tersebut bangsa Indonesia juga sangat menjunjung tinggi hak-hak individu sebagai mahluk Tuhan yang tak bisa diabaikan oleh siapapun. Anak sebagai mahluk individu yang sangat berhak untuk mendaptkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Dengan pendidikan yang diberikan diharapkan anak dapat tumbuh sesuai dengan potensi yang dimilkinya, sehingga kelak dapat menjadi anak bangsa yang diharapkan. Melalui pendidikan yang dibangun atas dasar falsafah pancasila yang didasarkan pada semangat Bhineka Tunggal Ika diharapkan bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang tahu akan hak dan kewajibannya untuk bisa hidup berdampingan, tolong menolong dan saling menghargai dalam sebuah harmoni sebagai bangsa yang bermartabat.

Sehubungan dengan pandangan filosofis tersebut maka kurikulum sebagai alat dalam mencapai tujuan pendidikan, pengembangannya harus memperhatikan pandangan filosofis bangsa dalam proses pendidikan yang berlangsung.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.